Selamat datang di Jasa Gambar Rumah Optimalkan Tata Ruang Bangunan Apapun Kebutuhan Desainnya & Silahkan Hubungi Kami.

Konsep pedesaan ternyata mampu menampilkan aura alami yang tentunya sangat nyaman untuk di tempati. Pemilihan furnitur yang dipadukan dengan warna yang khas coklas (menampilkan karakter alam), demikian juga dengan soft furnishing yang berfungsi sebagai taplak / pelapis meja, ternya jika dimodifikasi selain mempercantik ruangan, juga mampu menambah fungsinya, yaitu pada salah satu samping yang dibuat saku, sehingga mampu menyimpan barang kecil contohnya buku atau remote control tv. dan mampu menekan kesan berantakan pada meja. seperti pada gambar dibawah ini.

Konsep pedesaan ternyata mampu menampilkan aura alami


Alat dan Bahan
- meteran
- bahan kain
- gunting
- mesin jahit atau jarum dan benang katun
- setrika

Langkah-langkah


1. Ukur tinggi, panjang, dan lebar meja. Saat menjiplak ukuran pada bahan kain, pastikan bahwa motif pada semua sambungannya sesuai satu sama lain saat sarung meja selesai dijahit. Buat lima potong kain, satu untuk tiap sisi dan satu untuk permukaan meja. Tambahkan 1,5 cm pada tiap sisi untuk hem. Buat dua potong kain lagi untuk saku. Ukurannya terserah Anda, tapi akan sangat berguna jika cukup besar untuk menampung majalah.

2. Lipat dan buat hem tipis pada tiga sisi potongan bahan untuk saku. Pada sisi keempat, yang akan menjadi bagian atas, lipat 0,5 cm dan kemudian 1,5 cm. Jahit lalu setrika.

3. Dengan menyatukan semua sisi muka, jahit dua sisi yang berseberangan pada potongan untuk bagian atas. Jika mejanya persegi panjang, dua sisi tersebut akan menjadi sisi lebarnya. Jahitkan kedua saku pada masing-masing sisi tersebut. Jahitkan dua potong kain yang tersisa pada potongan bagian atas hingga seluruhnya membentuk tanda silang. Kemudian jahitlah keempat keliman tepi menjadi satu. Setrika keliman hingga rata dan buat hem di bagian bawah. Setrika seluruh sarung dan pasang pada meja.

Demikian artikel pada segmen "mudah membuat sarung meja gaya pedesaan" ini. Semoga bermanfaat.


Baca Juga: Kontak saya untuk kebutuhan desain atau renovasi rumah

Tirai Goni: Sentuhan Tekstur Alami untuk Ruangan Bergaya Tradisional dan Modern

Dalam dunia desain interior, penggunaan warna netral adalah kunci untuk menciptakan suasana yang tenang namun tetap elegan. Keunggulan warna netral terletak pada fleksibilitasnya; ia sangat cocok digunakan dalam penataan bergaya tradisional yang mewah maupun gaya modern yang minimalis.

Untuk menyempurnakan gaya alami dan memberikan tekstur yang kontras pada skema ruangan yang polos, pemilihan material kain menjadi sangat krusial. Kain alami seperti belacu, muslin, goni (jute), dan coir (serat kelapa) adalah pilihan utama bagi mereka yang mendambakan keindahan yang jujur dan membumi.

Salah satu trik dekorasi yang cerdas dan ekonomis adalah menggunakan bahan goni sebagai tirai. Tidak hanya harganya yang terjangkau, goni juga secara instan menambah kedalaman tekstur pada ruangan yang didominasi warna pucat atau netral. Berikut adalah panduan langkah demi langkah bagi Anda yang ingin mencoba membuatnya sendiri.

Persiapan Alat dan Bahan

Sebelum memulai proyek DIY (Do It Yourself) ini, pastikan Anda telah menyiapkan peralatan berikut agar proses pengerjaan berjalan lancar:

  • Meteran (untuk pengukuran presisi)
  • Bahan goni secukupnya
  • Gunting kain yang tajam
  • Jarum pentul
  • Mesin jahit (atau jarum dan benang katun untuk jahit tangan)
  • Perangkat mata ikan (eyelets)
  • Tali tambang kecil atau tali rami
  • Penahan tirai (bracket)
  • Bor, sekrup, dan obeng

Langkah-Langkah Pembuatan Tirai Goni

Ikuti panduan sistematis di bawah ini untuk menghasilkan tirai dengan hasil akhir yang rapi dan profesional:

1. Pemotongan Bahan

Ukur jendela Anda dengan teliti. Potong bahan goni dengan bentuk empat persegi panjang sesuai ukuran jendela. Jangan lupa tambahkan sisa 2 cm di seluruh sekelilingnya untuk hem (lipatan pinggir).

Selanjutnya, buatlah potongan pita kain untuk pinggiran (dua untuk sisi panjang dan dua untuk sisi pendek). Lebar potongan ini harus dua kali lebar pinggiran yang Anda inginkan, plus tambahan 4 cm untuk hem.

2. Teknik Menjahit Pinggiran

Lipat pinggiran sepanjang sisi panjang menjadi dua bagian. Tempelkan pada tepian tirai untuk menentukan posisi yang tepat. Lipat sisi-sisinya sebesar 1 cm untuk hem, lalu tahan dengan jarum pentul agar tidak bergeser.

Jahit bagian pinggir dengan posisi sisi luar kain saling berhadapan. Lipat sudut-sudutnya ke arah dalam untuk hasil yang rapi, lalu lipat pinggiran ke sisi belakang tirai dan jahit kembali. Ulangi proses ini untuk semua sisi.

3. Pemasangan Mata Ikan

Tentukan jarak yang seragam di sepanjang tepi atas tirai. Pasang mata ikan (eyelets) pada titik-titik tersebut. Mata ikan ini akan memberikan kesan industrial namun tetap natural. Setelah terpasang, masukkan tali melalui lubang mata ikan.

4. Instalasi pada Dinding

Gunakan bor untuk memasang penahan tirai pada dinding di kedua sisi bagian atas jendela. Terakhir, ikat tali pada penahan tirai tersebut. Tirai goni Anda kini siap mempercantik ruangan dengan nuansa alami yang hangat.

Menciptakan hunian yang nyaman tidak selalu harus mahal. Dengan sedikit kreativitas dan material sederhana seperti goni, Anda bisa menghadirkan karakter yang kuat ke dalam rumah Anda.

Baca: Tips Percantik Soft Furnishing Dengan Hiasan Manik Manik

Kebutuhan Desain, Bangun, atau Renovasi Rumah

Kontak Saya Arsitek!

Sentuhan Kreatif Manik-manik & Kancing: Percantik Soft Furnishing di Rumah Anda

Detail kecil sering kali memberikan dampak besar pada suasana sebuah ruangan. Soft furnishing seperti tirai, sarung bantal, dan pelapis kain lainnya adalah elemen yang menentukan kehangatan sebuah rumah. Tahukah Anda bahwa dengan sedikit kreativitas menggunakan manik-manik dan kancing, Anda bisa mengubah tampilan interior yang polos menjadi lebih artistik dan berkarakter?

Mari kita simak beberapa proyek DIY sederhana namun elegan yang bisa Anda praktikkan sendiri di rumah untuk memberikan kesan custom-made pada hunian Anda.

1. Pengikat Tirai Bermanik-manik: Elegan dalam Kesederhanaan

Pengikat tirai bukan sekadar alat fungsional, tapi juga aksesoris dekoratif. Dengan menggunakan manik-manik berwarna kontras, tirai Anda akan terlihat jauh lebih mewah.

Cara Membuat:

  1. Ukur keliling tirai saat dikumpulkan untuk menentukan panjang tali yang dibutuhkan.
  2. Potong tali kulit atau kawat sesuai ukuran tersebut.
  3. Rangkai aneka manik-manik dengan warna alami yang kontras dan variasi bentuk yang unik.
  4. Kunci posisi manik-manik dengan membuat simpul di kedua ujung tali.
  5. Ikatkan pada tirai dengan simpul kupu-kupu yang cantik, atau buat cincin pada ujungnya untuk dikaitkan pada kusen jendela.

Alat & Bahan: Meteran, tali kulit/kawat, pemotong, manik-manik, dan kait sekrup (opsional).

2. Tirai Gantung Berkancing dari Kain Muslin

Kain muslin memberikan kesan ringan dan airy, sangat cocok untuk ruangan yang membutuhkan banyak cahaya alami. Penambahan kancing kayu akan memperkuat kesan rustic dan minimalis.

Langkah Kerja:

  1. Gunting dua potong kain muslin sesuai ukuran jendela dan buat hem (jahitan tepi) di sekelilingnya.
  2. Buat lubang gantungan dengan melipat potongan kain, jahitkan pada bagian atas tirai, lalu setrika agar rapi.
  3. Jahitkan dua kancing kayu pada bagian bawah setiap lubang gantungan sebagai aksen pemanis.

Alat & Bahan: Kain muslin, kancing kayu, meteran, gunting, mesin jahit, dan setrika.

3. Variasi Tirai Berhiaskan Kancing & Sarung Bantal

Punya tirai atau sarung bantal polos yang membosankan? Anda bisa menciptakan pola "polkadot" timbul menggunakan kancing kulit atau kayu mutiara.

Tips Aplikasi pada Tirai:

  • Gunakan pola lingkaran dari kertas untuk menentukan posisi kancing secara acak namun seimbang.
  • Tandai dengan kapur jahit, lalu jahitkan kancing satu per satu menggunakan benang ganda agar kuat.

Tips Aplikasi pada Sarung Bantal:

Jahitkan kancing di bagian tengah sarung bantal membentuk garis lurus atau pola geometris. Ini adalah cara termudah memberikan tekstur baru pada bantal sofa Anda tanpa perlu membeli bantal baru.

Menghadirkan Kesegaran Alam: Inspirasi Carport Hijau yang Asri

Pernahkah Anda membayangkan memarkirkan kendaraan di tengah kesejukan taman? Konsep back to nature kini tidak hanya berlaku untuk interior atau halaman belakang saja. Area depan rumah, khususnya carport, bisa disulap menjadi ruang hijau yang menyegarkan mata sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan.

Dengan mengedepankan prinsip alami, penggunaan tanaman, rumput, dan pohon peneduh dapat mengubah kesan kaku pada fasad rumah menjadi lebih bernyawa. Mari kita bedah bagaimana cara menciptakan carport yang menyatu dengan alam tanpa harus mengorbankan fungsionalitasnya.

Carport Tanpa Atap: Solusi Hunian Estetik

Berbeda dengan desain pada umumnya, carport asri ini dirancang tanpa penutup atap permanen. Mengapa demikian? Fokus utamanya adalah sebagai tempat parkir sementara. Saat mobil tidak digunakan dalam waktu lama, kendaraan dapat dipindahkan ke dalam garasi utama yang lebih tertutup.

Meskipun tanpa atap cor atau kanopi, area ini tetap terasa teduh. Keberadaan pohon besar dan aneka tanaman hijau di sekelilingnya berfungsi sebagai peneduh alami yang mampu meredam panas matahari secara efektif, sekaligus menyaring debu dari jalanan.

Leluasa dengan Dimensi 5 x 6 Meter

Ukuran sangat menentukan kenyamanan. Dengan luas 5 x 6 meter yang memanjang ke samping, area parkir ini sanggup menampung hingga dua unit mobil sekaligus. Kapasitas yang lebar ini tentu sangat menguntungkan saat ada tamu atau kerabat yang berkunjung, sehingga kendaraan mereka tidak perlu parkir di pinggir jalan dan tetap berada di dalam area privasi rumah Anda.

Desain pintu garasi minimalis warna hijau dengan kisi kayu

Garasi: Sentuhan pintu hijau dengan kombinasi kisi-kisi kayu memperkuat tema alami hunian.

Material Lantai yang Ramah Lingkungan

Kejelian dalam memilih material lantai adalah kunci keberhasilan desain ini. Perpaduan antara batu alam dan rumput gajah menciptakan tekstur yang kaya dan alami. Ada beberapa keuntungan teknis dari pemilihan material ini:

  • Resapan Air Maksimal: Karena bersifat terbuka, air hujan atau air cucian mobil dapat langsung meresap ke tanah, mengurangi risiko banjir dan menjaga ketersediaan air tanah.
  • Perawatan Mudah: Penggunaan rumput gajah dikenal tahan banting dan tidak memerlukan perawatan yang rumit.
  • Estetika Fasad: Batuan pada lantai berpadu serasi dengan dinding fasad yang juga didominasi elemen batu, menciptakan kesatuan desain yang utuh.
Taman vertikal di samping tangga carport

Taman Vertikal: Memanfaatkan sisi tangga dengan tanaman yang disusun vertikal untuk memaksimalkan lahan sempit.

Optimalisasi Ruang dengan Taman Vertikal

Jika lahan Anda terbatas, inspirasi taman di sisi kiri dan kanan tangga ini bisa ditiru. Dengan menyusun tanaman secara vertikal, Anda tetap bisa memiliki area hijau yang rimbun tanpa memakan banyak tempat. Carport yang bersinggungan langsung dengan taman akan memberikan pengalaman visual yang menenangkan setiap kali Anda memarkir kendaraan.

Baca: Carport Minimalis dari Kombinasi Polycarbonate dan Beton

Menerapkan prinsip back to nature pada carport bukan hanya soal keindahan, tapi juga tentang bagaimana kita menghargai lingkungan di sekitar kita. Semoga inspirasi desain eksterior hijau asri ini bermanfaat bagi rencana renovasi hunian Anda.

Ingin mewujudkan carport hijau asri di rumah Anda?

Konsultasi Desain & Renovasi Sekarang